oleh : Mahmud Abdullah
Pada tahun 656 Hijriah, terjadi sebuah musibah hebat yang melanda umat Islam. Pada saat itu, Baghdad yang menjadi pusat peradaban Islam dan dunia diserang oleh Bangsa Tartar dengan sangat hebat. Pasca penyerangan itu khalifah terbunuh dan Baghdad pun jatuh. Ibnu Katsir mengatakan, "Sesungguhnya kejatuhan Baghdad merupakan musibah paling dahsyat yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia dan bahkan lebih dahsyat dari musibah banjir Nabi Nuh." Sebuah sumber menyebutkan sekitar 1 juta orang tewas terbunuh pada saat itu. Sebuah penghancuran yang belum pernah dirasakan oleh umat Islam sebelumnya.
Pada saat itu, Imam Nawawi masih sangat muda. Umurnya sekitar 25 tahun. Apakah yang beliau lakukan tatkala mendengar peristiwa hebat tersebut? Apakah beliau langsung pergi berjihad ke Iraq dan melakukan perlawanan berperang melawan Bangsa Tartar?
Perhatikanlah sikap beliau! Inilah sikap yang harus diambil oleh para pemuda zaman ini.
Pada saat itu beliau tidak langsung menumpahkan emosi beliau dengan pergi berjihad ke Baghdad dan melakukan perlawanan karena itu sangat sulit. Bahkan belum sampai Baghdad pun pasti beliau sudah dibunuh terlebih dahulu di tengah jalan.
-Syekh Usamah Sayyid Al-Azhari
sumber redaksi : shaut al-azhar
